Tips Mudah Meningkatkan Semangat Belajar Anak

Posted by gadhing Property 0 comments
Masa kecil anak-anak adalah masa yang penuh dengan bermain.  Para anak-anak akan lebih senang menghabiskan waktunya untuk bermain.  Dunia bermain adalah dunia yang menyenangkan dan penuh keceriaan.  Makanya sangat disayangkan apabila anak-anak yang masih kecil harus diberi beban yang berat.  Ada yang sudah harus merasakan mencari nafkah ataupun beban berat harus sekolah dan belajar.  Sekolah dan belajar bisa menjadi hal yang menyeramkan buat anak-anak.  Baik itu mulai dai pelajarannya, gurunya yang galak bahkan teman-temannya yang suka berlaku kasar.

Banyak beberapa anak yang cenderung merasa takut ketika berada di sekolah.  Entah itu pelajarannya yang tidak menyenangkan ataupun perlakuan temannya yang sering kali membuat si kecil jadi lemah semangat.  Metode pembelajaran yang baik untuk anak-anak yang masih kecil adalah sebaiknya belajar sambil bermain.  Dengan suasana ini maka anak-anak akan merasa bermain, namun tanpa sadar sesungguhnya ia sedang belajar.

Masih banyak para orang tua yang mengeluhkan para anak-anaknya yang tidak memiliki semangat belajar tinggi.  Kesannya adalah bahwa anak-anak malas dan sangat susah untuk diajari dalam belajar.  Tapi memang begitulah perilaku anak-anak yang harus senantiasa dibimbing dan diarahkan agar tidak salah jalan ataupun sekolahnya menjadi ngadat di tengah jalan.

Kita sebagai orang tua harus lebih cerdas untuk menghadapi perilaku anak-anak yang demikian.  Mengedepankan emosi akan membuat anak semakin bandel dan malah susah untuk meningkatkan kemauan belajarnya.  Ada beberapa cara agar anak senantiasa merasa nyaman dan senang dalam belajarnya baik itu di sekolah ataupun tempat pembelajaran yang lain.  Berikut ini adalah beberapa tips agar anak senantiasa semangat dalam belajar

1. Berilah sapaan yang menyenangkan ketika anak pulang sekolah

Menyambut anak pulang dari sekolah sebaiknya dilakukan, karena wujud perhatian kita kepada anak.  Berilah sapaan yang manis.  Sebagai contoh misalnya Gimana sekolahnya nak? Banyak hal yang menyenangkan kan?  Sapaan tersebut sangat sederhana akan tetapi akan merangsang otak sang anak mencari hal hal yang menyenangkan di sekolahnya.  Kita bisa berkreasi dengan kata-kata yang lain yang bisa merangsang semangat anak untuk belajar.  Ketika ada kesan positif yang diterima dari sekolah anak maka akan menambah semangat belajar anak di rumah.

2.  Terapkan Hypnosleep pada anak

Ketika anak mau tidur cobalah untuk menemaninya sebentar. Berilah bisikan tentang kesan belajar yang menyenangkan. Sebagai contoh "belajar seperti bermain dan menyenangkan".  Banyak kata-kata sugestif lain yang bisa kita bisikkan kepada anak.  Hypnosleep ini akan masuk ke bawah alam sadar anak ketika dibisikkan pas mata anak sudah mau tidur dan akhirnya tertidur.

3.  Memberikan pujian kepada anak

Berilah pujian kepada anak ketika bisa menguasai suatu pelajaran yang baru.  Pujian ini akan sangat membantu dan menambah semangat anak untuk belajar.  Tapi berilah pujian yang sebenarnya jangan hanya sekedar bohongan semata-mata untuk menyenangkan hati anak.  Boleh juga untuk memberikan hadiah ketika anak mendapat prestasi di sekolahnya.

4.  Membacakan dongeng kepada anak sejak dini

Dengan membiasakan membacakan dongeng kepada anak akan lebih mendekatkan hubungan kepada anak.  Selain itu juga akan merangsang anak untuksuka membantu baca buku.  Ini nantinya akan berefek setelah usia anak menginjak dewasa.  Sang anak akan berinisiatif untuk mencari buku yang disenanginya.  Tentang manfaat mendongeng bisa baca artikel tentang manfaat mendongeng kepada anak.


Itulah beberapa kiat untuk membangkitkan semangat anak agar giat belajar.  Sejak awal kita harus memberikan perhatian kepada anak terutama dalam hal belajarnya.  Jangan sampai anak mogok di tengah jalan karena malas belajar baik itu di rumah ataupun di sekolahnya.  Membiasakan sejak kecil akan memiliki manfaat yang luar biasa. 

menumbuhkan semangat belajar balita

Posted by gadhing Property 0 comments
Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.

Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.
Saat mulai bisa berbicara, bertanya ini dan itu. “Ini apa? Kenapa?” Jawaban yang diterima “lha tadi sudah tanya, tanya lagi dasar cerewet” mungkin saat itu pengasuh dan orangtua sedang lelah juga saat menjaganya sehingga malas dan capek untuk memberikan penjelasan dan ini adalah proses belajar seorang anak. Ada barang baru dirumah dan anak ingin memegangnya atau mengetahui lebih dekat, maka kita orangtua dan pengasuhnya menjauhkan barang tersebut darinya, dengan dalih nanti rusak karena barang mahal.
Dari sepenggal contoh diatas dimana ini adalah pengalaman nyata dari saya dan beberapa klien, siapakah yang membuat anak menjadi malas belajar?

Berikutnya ada seorang anak berusia 8 tahun, sebut saja Aji. Orangtuanya sangat mengeluhkan, bahwa anaknya tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya jika tidak ada perubahan sikap maka kemungkinan besar Aji tidak naik kelas. Saat bertemu, saya yakin Aji adalah anak yang luar biasa. Sesaat saya bertanya tentang hobi dan kesukaannya saat bermain, dengan cepat saya mengetahui anak ini luar biasa. Sebab setelah saya Tanya tentang hobinya ternyata sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal (Liga Inggris). Dan Aji, hafal seluruh pemain inti dan cadangan Arsenal, berikut pelatih dan asistennya serta nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun pemain serta daftar pencetak goal dan assist (pemberi umpan) dan point klasemen liga dan urutannya. Gila, luar biasa! (dalam hati saya) Ngga ada yang salah sama hardware (otaknya), tapi masalahnya sama Software.
Satu orang anak yang sama, otaknya kalau dibuat belajar pelajaran disekolah tidak berfungsi (berhitung, menghafal) tetapi hafal seluruh pemain Arsenal. Apa anak ini bodoh? Tentunya Anda sepaham dengan saya, jawabanya adalah tidak. Anak ini pandai luar biasa. Hanya saja salah perlakuan sehingga ia malas dan tidak suka belajar.
Lalu apa yang saya lakukan untuk mengubah agar software menjadi baik dan membuat anak ini agar mudah belajar?  Yang saya perbaiki orangtuanya dahulu, sebab untuk anak seusia Aji, jika terdapat masalah dalam hidupnya berarti orangtua yang akan membantu untuk mengatasi masalah anak tersebut. Saya mengajarkan bagaimana berkomunikasi dengan anak dan sifat dari pikiran anak, serta pentingnya menomor satukan cinta dalam mendidik anak, yang semuanya akan sangat panjang jika saya jelaskan disini.
Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.
1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.
3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.
4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal  yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.
5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.
6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

pilek karena alergi

Posted by gadhing Property 1 comments
Alergi merupakan suatu reaksi menyimpang dari tubuh seseorang yang berkaitan dengan peningkatan kadar Imunoglobulin E (Ig E) yang merupakan suatu mekanisme sistem imun.

Penyebab Alergi
Zat yang menimbulkan reaksi alergi dinamakan alergen. Alergen dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran nafas (inhalan), saluran cerna (ingestan), suntikan (injektan) atau menempel pada kulit (kontaktan), contoh dari masing - masing alergen tersebut antara lain :
* Alergen inhalan : tungau debu rumah, serpihan kulit kucing, kecoak, spora.
* Alergen ingestan : susu, telur, kacang, ikan laut dan obat oral.
* Alergen kontaktan : kosmetik dan logam (perhiasan, jam tangan, dsb).
Masuknya alergen kedalam tubuh akan memicu respons imun : terbentuk antibodi : berikatan dengan alergen, hal ini merangsang timbulnya reaksi alergi.
Respons imun yang terjadi via antibodi (Ig E) mengakibatkan terjadinya asma, bersin dan pilek pada pagi hari, kaligata dan eksim.
Gejala - gejala Alergi
Gejala - gejalanya berupa gatal - gatal, bersin - bersin, sesak napas dan lain - lain. Jenis alergi banyak macamnya. Alergi yang terkait dengan pernapasan merupakan alergi yang paling umum dijumpai, seperti asma dan rinitis (bersin dan pilek berulang terutama dipagi hari).
Jenis alergi lain yang terkait dengan kulit, seperti urtikaria (biduran/didu, kaligata), dermatitis atopik (eksim). Selain itu, mata bengkak dan berair, telinga bagian dalam terasa gatal - gatal juga merupakan gejala alergi.
Jenis - Jenis Alergi
Jenis penyakit alergi ini banyak macamnya. Alergi yang terkait dengan pernapasan ialah yang umum dijumpai, contoh adalah asma dan rinitis (bersin dan pilek berulang terutama pada pagi hari).
Penderita alergi rinitis atau istilah lainnya pilek alergi biasanya mengalami bersin, hidung tersumbat, rasa gatal di hidung. Tidak jarang gejala rinitis alergi disertai gejala konjungtivitas, seperti keluarnya air mata, gatal dan kemerahan. Gejala gangguan pendengaran kadang juga dijumpai seperti rasa tersumbat dan kurang dapat mendengar. Penyakit rinitis alergi seringkali mengganggu aktivitas dan kualitas hidup. Bila penyakit ini dibiarkan, kemungkinan akan berkembang menjadi penyakit kronis seperti asma.
Jenis penyakit lainnya adalah terkait dengan kulit, seperti urtikaria (biduran/didu/kaligata), dermatitis atopik (eksim). Selain itu, mata bengkak dan berair, telingan bagian dalam terasa gatal - gatal adalah salah satu gejala alergi.
Urtikaria ada yang bersifat akut dan ada yang bersifat kronis. Dikatakan urtikaria akut bila gejala bentol berlangsung sepanjang hari. Penyebab urtikaria akut umumnya jelas, seperti makanan, obat, infeksi virus atau mikroba lain, sengatan serangga, lateks, dll.  Pada urtikaria kronis, sebagian besar penyebabnya tidak diketahuim sehingga dipergunakan istilah urtikaria kronik idiopatik. Sebagian kecil penyebab yang diketahui antara lain penyakit autoimun, urtikaria fisis (udara dingin, akuatik, solar, tekanan, vibratori), infeksi kronik (infeksi gigi dan sinusitis). 

Pengobatan Alergi
Pengobatan alergi dilakukan dengan farmakoterapi yang memperhitungkan keamanan, efektifitas dan kemudahan dalam pemberiannya ; imunoterapi serta edukasi pasien.
Salah satu farmakoterapi yang dianjurkan dalam pengobatan alergi adalah dengan obat anti histamin dari generasi terbaru seperti cetirizin. Berbeda dengan antihistamin klasik / generasi pertama (misalnya chlorpheniramine, cyproheptadine, dexclorpheniramine, dll), antihistamin generasi kedua / terbaru umumnya memiliki efek sedatif yang rendah (efek mengantuk rendah), efektif dan sebagian bersifat anti - inflamasi ringan.
Saat ini salah satu obat anti histamin, yaitu cetirizin telah masuk ke dalam kategori obat wajib apotek dari Badan POM sehingga dapat dibeli di apotek dalam jumlah tertentu dengan melalui resep dokter.

Belajar jadi Youtuber

Posted by gadhing Property 3 comments


Di era modern, orang lebih suka bila dimanjakan dengan hiburan bersifat visual dibandingkan tulisan karena dianggap lebih efektif. Maka, tidak heran kalau semakin banyak orang yang bekerja di bidang pembuatan video atau YouTuber.

Mungkin, pekerjaan menjadi seorang YouTuber tampak sepele, yakni tinggal rekam video, edit, bagikan di akun YouTube, dan menunggu pembayaran dari pihak perusahaan. Lalu, benarkah sesederhana dan semudah itu?

Bagi yang tidak turun ke lapangan, memang akan menganggap pekerjaan ini mudah. Tapi sejatinya, pekerjaan ini membutuhkan upaya yang sangat besar agar bisa menjadi YouTuber sukses.
Jika Anda ingin memulai peruntungan di dunia YouTube ini, lakukan dengan sepenuh hati dan ketahui tips suksesnya. Berikut hal-hal yang harus Anda lakukan bila ingin menjadi YouTuber andal seperti dikutip dari Cermati.com.
1. Buatlah Akun Google
Tentu, langkah pertama yang harus dilakukan guna menjadi YouTuber adalah Anda harus memiliki akun Google. Sebab akun Google ini diperlukan untuk mendaftarkan akun YouTube Anda nantinya. Misalnya Gmail, yakni layanan surel milik Google. Caranya, buka situs Gmail dan ikuti panduan langkah-langkah mendaftarnya.
2. Membuat Channel YouTube
Langkah berikutnya adalah memilih nama YouTube Channel Anda sesuai keinginan. Anda bisa menggunakan nama pribadi atau nama yang mewakili isi dari konten-konten yang akan Anda buat nantinya. Namun yang pasti, pilih nama akun YouTube yang mudah diingat agar mudah dikenal orang lain.
Selanjutnya adalah buatlah konten pada channel YouTube Anda. Nah, di sini Anda bisa merekam sebuah video dan diunggah (upload) di akun YouTube milik Anda.
3. Tentukan Konten yang Akan Dibagikan
Konten adalah isi dari channel YouTube Anda, dan ini yang akan mewakili seluruh video yang ada di dalam akun YouTube milikmu. Ada banyak konten yang bisa kamu jadikan pilihan. Mulai dari konten kecantikan, fashion, DIY (Do It Yourself), resep masakan, games, dan masih banyak lagi.
Isilah channel YouTube Anda dengan konten-konten yang menarik dan sesuai dengan keinginan. Sesuaikan konten dengan bidang yang Anda suka, agar pembuatan video pun jadi lebih mudah. Konten yang ditentukan memang wajib memperhatikan selera pasar. Tapi, kembali lagi, kalau Anda tidak menyukai konten tersebut, buat apa? Bisa jadi nantinya malah tidak maksimal.
4. Punya Perlengkapan yang Mendukung
Satu hal yang harus juga diperhatikan untuk menjadi YouTuber sejati adalah memiliki perlengkapan dan peralatan yang mendukung. Ini penting, karena Anda membutuhkan alat penunjang untuk menghasilkan sebuah video yang memiliki kualitas baik. Tentu selain peralatan utama seperti ponsel atau komputer maupun kamera, Anda perlu alat penunjang lainnya yang dibutuhkan sesuai dengan tema YouTube channel Anda.
5. Lakukan Editing yang Natural
Video yang diunggah tentunya merupakan gabungan klip video antara momen satu dengan lainnya dan akan disatukan melalui proses editing. Tidak hanya menggabungkan video saja, tapi Anda juga harus mengatur pencahayaan supaya video terlihat menarik. Usahakan pula agar durasi video yang akan diupload tidak terlalu lama agar penonton tidak bosan.
6. Berbagi Konten Lewat Media Sosial
Video yang sudah diunggah tentunya tidak langsung disaksikan oleh sejuta penonton, karena Anda masih berstatus sebagai YouTuber pemula. Untuk mendatangkan penonton, bagikan video yang sudah diupload ke jejaring media sosial Anda, seperti Facebook, Twitter, ataupun Instagram dan lainnya. Beritahu teman yang ada di media sosial bahwa Anda punya akun YouTube pribadi supaya mereka langsung menonton video tersebut.
Meskipun niatnya untuk menaikkan trafik pengunjung, tapi jangan sekali-kali melakukan spam. Sebab, jejaring media sosial memiliki aturan tersendiri bagi seluruh penggunanya. Kalau kedapatan melakukan spam di akun medsos, salah satu akun Anda pun akan diblok, yang secara langsung akan merugikanmu sebagai YouTuber.
7. Memaksimalkan Jumlah Subscriber
Video yang sudah Anda bagikan tentu akan menuai komentar dari para penonton. Apabila penonton berkomentar dengan maksud bertanya, ada baiknya jika Anda menjawab komentar tersebut. Jika komentar berupa challenge atau pujian, berikan likes.
Respons yang diberikan merupakan bentuk komunikasi tidak langsung antara YouTuber dengan penonton. Dengan membangun komunikasi seperti ini, channel YouTube milik Anda pun bisa lebih disukai, jumlah subscriber pun akan bertambah dengan sendirinya.
8. Menambah Subscriber dengan Giveaway
Banyak YouTuber yang kebanjiran subscriber karena sering mengadakan giveaway kepada para penonton yang berlangganan akun YouTube miliknya. Nah, giveaway diberikan bukan hanya sekadar untuk menambahkan traffic pengunjung atau menambah subscriber, tapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada penonton yang setia mantengin saluran YouTube Anda.
Tentu, giveaway yang diberikan tidak perlu mahal, apalagi Anda masih sebagai YouTuber pemula. Dengan bermodalkan Rp300.000 saja, Anda bisa mengadakan giveaway demi menambah relasi dengan para penonton.
9. Konsisten Membuat dan Berbagi Video
Konsistensi dalam membuat dan mengunggah video itu penting. Semakin sering membuat video, maka semakin sering pula akun YouTube Anda muncul di beranda laman ini. Apalagi bagi orang yang sudah pernah menonton video yang diunggah sebelumnya.
Meski konten yang dibuat kurang menarik perhatian, akan ada saja orang yang penasaran dan mengklik video yang Anda buat. Dengan konsistensi, jumlah pengunjung pun akan bertambah dengan sendirinya, karena mereka mengapresiasi usaha Anda dalam membuat video.
Jangan Pernah Takut untuk Mencoba
Selain menekuni bidang pekerjaan lain, Anda memang juga bisa menekuni industri YouTube, kalau memang suka merekam video dan berkomunikasi dengan orang lain. Kegagalan terbesar itu bukan saat saluran YouTube Anda tidak berkembang, tapi karena ketakutan untuk mencoba.

Batuk dan Pilek, Penyakit atau Gejala?

Posted by gadhing Property 1 comments
sumber : Harian Jurnal Bogor, PESAT II Bogor

Batuk disertai pilek sudah menjadi tamu rutin bagi anak-anak saat
cuaca sedang tak menentu. Pada umumnya, batuk dan pilek bukanlah suatu
hal yang membahayakan, namun seringkali membuat orangtua menjadi
panik. Guna meningkatkan pemahaman orangtua terhadap batuk dan pilek
pada anak, Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) didukung oleh WHO (World
Health Organization) Indonesia dan Jurnal Bogor mengadakan PESAT
(Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua) yang turut membahas
batuk dan pilek. Lantas bagaimana bahasannya? Berikut petikan
wawancara Nasia Freemeta Iskandar dari Jurnal Bogor dengan narasumber
YOP, dr. Farian Sakinah.
1. Banyak orangtua yang beranggapan bahwa batuk-pilek merupakan
penyakit, namun ada juga yang bilang kalau itu sebuah gejala. Jadi,
mana yang benar?
Batuk dan pilek sebetulnya bukanlah penyakit, melainkan gejala
sekaligus mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran napas.
Jadi orangtua tak perlu panik saat melihat anaknya batuk-pilek karena
itu menandakan saluran napasnya sedang dibersihkan dari benda asing,
termasuk kuman penyakit.
2. Lalu, darimana orangtua bisa membedakan batuk berbahaya dan tidak?
Berbahaya atau tidaknya bisa diperhatikan dari perjalanan batuk serta
kondisi-kondisi lain yang menyertainya. Hal ini jugalah yang
menentukan apakah anak membutuhkan penanganan serius atau cukup
perawatan di rumah saja. Walaupun kadang suara batuk terdengar
mengkhawatirkan, tetapi umumnya batuk bukan merupakan suatu tanda yang
berbahaya.
3. Namun orangtua mana yang tak khawatir bila melihat keadaan anaknya
lemas dan lesu?
Anak tampak lebih lesu ketika sedang sakit adalah hal yang wajar. Bila
anak masih terlihat beraktifitas itu menunjukkan bahwa kondisi anak
baik dan tidak membutuhkan penanganan yang serius. Kondisi yang perlu
dikhawatirkan adalah bila anak lemas sampai tidak bisa bangun sama
sekali, tidur yang sulit sekali dibangunkan, mengerang, dan tidak bisa
mengisap ASI (pada bayi kecil), atau tidak berespon dengan rangsangan
yang diberikan.
4. Lantas apa yang paling sering menyebabkan batuk-pilek pada anak?
Penyakit tersering yang menyebabkan batuk pilek disertai demam umumnya
common cold (selesma) atau influenza. Batuk dengan atau tanpa pilek
umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Oleh karena itu, tidak
membutuhkan antibiotik. Batuk karena infeksi virus bisa berlangsung
hingga dua minggu. Batuk yang membutuhkan antibiotik hanya batuk yang
disebabkan oleh bakteri yaitu pertusis, atau batuk yang menyertai
pneumonia bakteri (setelah ada pemeriksaan kuman penyebab).
5. Apakah obat-obatan batuk dan pilek dapat membantu proses penyembuhan?
Obat tersebut mungkin dapat menghentikan batuk, tetapi tidak
menyembuhkan. Justru menghalangi proses pengeluaran benda asing,
termasuk kuman penyebab batuk. Efek samping antitusif (penekan batuk)
dapat menekan pernapasan, sehingga anak menjadi sulit bernapas.
Mukolitik (pengencer dahak) tidak terbukti efektif pada anak, justru
efek sampingnya berupa gangguan pada saluran cerna. Dekongestan mampu
mengurangi produksi sekret hidung (ingus) tapi memiliki efek samping
yang cukup hebat pada kerja jantung dan pembuluh darah. Antihistamin
seperti CTM, klorfenirmain, atau difenhidramin dapat membuat anak
mengantuk, sehingga sulit diobservasi. Selain itu, mengentalkan sekret
(dahak, atau ingus) akan mempersulit anak mengeluarkannya. Memang
batuk bisa membuat anak tidak tidur, tetapi tidak perlu sampai
memberikan obat batuk dan pilek.
6. Apa yang perlu dilakukan orangtua bila anaknya terkena gejala batuk-pilek?
Bila anak tidak dalam kondisi yang serius dan butuh penanganan lebih
lanjut, orangtua dapat memberikan perawatan di rumah saat anak
batuk-pilek berupa:
1. Pemberian cairan yang membantu meredakan batuk misalkan air
hangat dicampur dengan madu (ingat tidak untuk anak di bawah 1 tahun),
juga boleh dengan minuman hangat atau dingin lainnya yang disukai oleh
anak.
2. Lembabkan udara bisa dengan mengatur kelembaban pada AC di
rumah atau dengan menggunakan air mendidih yang ditampung dalam ember
dan diletakkan di dekat tempat tidur anak.
3. Jangan buat ruangan menjadi panas, karena dapat mengeringkan
udara dan meningkatkan batuk.
4. Untuk membantu serangan batuk, pangku anak, bungkukan sedikit,
dan tepuk tepuk atau usap usap punggung untuk melancarkan aliran
dahak.

Pengobatan untuk batuk dan pilek umumnya tidak efektif

Posted by gadhing Property 0 comments
Sumber : Koran Tempo
Wajah Evie yang tenang tiba-tiba menegang. Ibu tiga anak ini terhenyak saat membaca salah satu surat elektronik yang dikirim temannya. Isinya mengingatkan agar berhati-hati dalam menggunakan obat batuk dan flu. Sebab, kedua jenis obat itu bisa membuat perdarahan di otak karena mengandung phenylpropanolamine (PPA). “Benar-benar mengerikan,” ia berkomentar. Bukan cuma Evie, rekan sekantornya, Singgih, pun memiliki kecemasan serupa. Ayah satu anak ini mencoba mencari tahu gara-gara kiriman surat elektronik serupa.
Dalam jumpa pers di Departemen Komunikasi dan Informatika, Selasa lalu, Kepala Badan Pengawas Pengendalian Obat dan Makanan Husniah Rubiana Thamrin Akib memberi jawaban. Ia menegaskan tidak benar pada Maret 2009, Badan Pengawasan Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan bahaya menyangkut sejumlah obat batuk dan flu dengan kandungan PPA seperti yang ditemukan dalam pesan singkat dan surat elektronik sejumlah orang. Pesan itu menyebut merek, di antaranya Decolgen, Mixaflu, Mixagrip, Neozep Forte, Procold, Sanaflu, Stopcold, Siladex, Triaminic Drops, Tusalgin, Flucyl, dan Fludane.
Husniah menyebutkan, FDA memang telah menarik semua jenis obat dengan kandungan PPA, sehingga di sini pun ramai dibicarakan. Alasan penarikan itu karena ada studi yang menunjukkan gejala perdarahan di otak (hemorrhagic stroke) jika mengkonsumsi dalam dosis besar. Dosis ini biasanya ditemukan pada obat pelangsing yang dijual bebas di Amerika Serikat. Padahal Indonesia tidak pernah menyetujui penjualan obat dengan kandungan PPA sebagai obat pelangsing. Jelas bahwa obat batuk dan pelangsing adalah dua hal yang berbeda.
Soal kandungan PPA dalam obat batuk dan flu sebenarnya sudah didengungkan sejak tahun 2000-an di Negeri Abang Sam. Sesuai dengan rekomendasi FDA, sejumlah perusahaan farmasi di negeri tersebut sudah melakukan perubahan kandungan, bahkan menambahkan sejumlah peringatan dan menyatakan obat bebas tidak diperuntukkan bagi anak di bawah dua tahun bahkan enam tahun.
Keamanan dan efektivitas antihismatin, decongestant, antitusin, dan ekspektoran pada anak pun ditelisik FDA. Awal tahun lalu, badan ini mengevaluasi hasil studi pada rentang 1969-2006 serta menemukan 54 anak meninggal karena decongestant dan 69 orang disebabkan antihismatin. Kebanyakan kematian terjadi pada anak di bawah dua tahun. Badan ini juga menyimpulkan, obat dengan kandungan tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada anak di bawah 12 tahun. Dan disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter sebelum meneguk obat-obatan.
Di Indonesia, BPOM menyarankan untuk mengkonsumsi obat flu dan batuk yang mengandung PPA sesuai dosis. “Selain peringatan dalam kemasan, harus diperhatikan, tidak boleh diminum melebihi dosis maksimal bagi anak dan dewasa,” Husniah menjelaskan. Ia menambahkan, dosis maksimal orang dewasa adalah 75 miligram hari dan anak-anak 37,5 miligram per hari. Kandungan PPA dalam obat tersebut disebutnya berfungsi sebagai penghilang gejala hidung tersumbat.
Selama ini, dengan dosis tersebut BPOM belum menemukan laporan efek samping, apalagi sampai perdarahan di otak. Husniah menyebutkan, peringatan kepada penderita tertentu sudah tercantum jelas pada kemasan. Jika obat batuk dan flu dengan kandungan PPA dikonsumsi sesuai aturan pakai, efek sampingnya adalah mengantuk, sakit kepala, mual, muntah, gelisah, atau susah tidur. “Efeknya ringan dan sementara,” ia menegaskan.
Lagi pula sebenarnya ketika anak batuk dan flu, orang tua tidak perlu risau. Seperti diungkapkan oleh sejumlah dokter spesialis anak, batuk bukanlah penyakit, hanya suatu gejala dan umumnya tidak berbahaya, yang bisa ditangani dengan asupan cairan yang memadai serta istirahat. Dr Purnamawati, SpA pun menekankan hal ini dalam bukunya, Smart Parent Healthy Child. Ia menyebutkan, batuk merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk membersihkan saluran napas dan paru-paru dari mikroorganisme, lendir, dan benda asing.
American Academy of Pediatrics (AAP) pun menyatakan pengobatan untuk batuk dan flu umumnya tidak efektif dan memicu efek sampingan serius bagi anak. Lagi pula ada cara lain untuk menangani gejala batuk pilek. Tahukah Anda bahwa delapan gelas air, jus buah, dan air kaldu atau air perasan jeruk campur madu dapat membantu melegakan hidung tersumbat serta mencegah dehidrasi? AAP pun menyarankan untuk melembapkan udara dengan hydrator atau vaporizer, menggunakan tetesan air garam untuk mengeringkan hidung yang berair, memberi anak sup ayam hangat, dan bila sudah memburuk, baru konsultasi dengan dokter anak. RITA | DIANING SARI
Periksa ke Dokter
1. Bila batuk disertai demam tinggi, di mana suhu di atas 40,5 derajat Celsius, kemungkinan terjadi infeksi bakteri.
2. Dahak kental, berbau, dan berwarna.
3. Muntah-muntah berwarna hijau.
4. Batuk yang mengeluarkan darah.
5. Batuk berlangsung lebih dari tiga pekan.
6. Diikuti pembengkakan di wajah atau tenggorokan.
7. Kesulitan bernapas atau napas pendek-pendek.
Langkah Sederhana
1. Beristirahat dan tidur yang cukup.
2. Tingkatkan asupan cairan. Dengan cara ini, Anda terhindar dari dehidrasi, mencegah lapisan dalam tenggorokan tidak mengering, serta dahak menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan.
3. Hindari minuman bersoda karena memperparah dehidrasi. Untuk orang dewasa, kurangi kopi dan minuman beralkohol.
4. Jauhkan diri dari asap rokok karena akan memperparah kondisi.
5. Mandi air hangat karena meningkatkan kadar kelembapan udara dan meringankan batuk kering.
6. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan minum air putih yang banyak.
7. Untuk pencegahan, cuci tangan sesering mungkin.

Anak Batuk Tidak Perlu Panik

Posted by gadhing Property 1 comments
sumber : purnamawati.wordpress.com
Batuk bukanlah penyakit. Kebanyakan karena alergi dan virus yang tidak perlu obat.
Hujan dan panas kini silih berganti menyapa penghuni negeri ini. Kemarin diguyur hujan, hari ini bergelimang dengan terik mentari. Dalam udara yang berubah-ubah seperti ini, bila tubuh tak dalam kondisi fit, batuk dan flu pun rajin menyapa. Seperti yang dialami Kiki, bocah berumur 7 tahun. Anak sekolah dasar yang aktif ini mulai merasakan sakit di tenggorokannya . Sesekali ia batuk, saat pagi ataupun malam hari. Seperti kebanyakan para ibu, sang mama langsung mengambil solusi pemberian obat batuk. “Kebetulan obat batuknya ada yang cocok dengan dia. Jadi, sudah disiapkan di kotak obat di rumah,” ujarnya. Pemberian obat itu membuat si mama tak lagi merasa cemas.
Sebenarnya tidak perlu ada yang dicemaskan dengan kehadiran batuk pada anak. Seorang spesialis anak secara ekstrem menyebutkan tidak ada anak yang meninggal dunia gara-gara batuk. Dr Purnamawati Sujud Pujiarto, SpAK, dari Kemang Medical Care, Jakarta Selatan, pun menjelaskan bahwa pada dasarnya batuk adalah sebuah refleks yang pusat pengaturannya berada di otak. Refleks batuk juga merupakan salah satu sistem pertahanan tubuh terhadap benda asing yang masuk ke saluran napas. “Ketika tersedak, ketika terkena infeksi flu, lendir yang berlebihan pun akan dibatukkan oleh tubuh,” katanya.
Kebiasaan pemberian obat batuk ini tak hanya terjadi di negeri ini. Di Amerika Serikat pun, para orang tua masih melakukan hal serupa. Peneliti dari Universitas Boston, pada Mei 2008 menemukan hampir 10 anak di Amerika Serikat menggunakan satu atau lebih obat batuk dan flu selama seminggu. Peneliti merasa sedikit heran bahwa frekuensi dosis obat batuk pada anak di Negeri Abang Sam itu masih belum dipahami oleh para orang tua.
Dalam studi juga ditemukan bahwa pemberian obat batuk itu tidak hanya dilakukan terhadap anak berusia 2-5 tahun, tetapi juga di bawah 2 tahun. Padahal, hampir di semua jenis obat tersebut, 64,2 persen menggunakan lebih dari satu bahan aktif. Ketua peneliti, Louis Vernacchio, MD, menyebutkan konsumsi obat batuk ataupun flu bagi anak balita ini tidaklah perlu. “Yang perlu diwaspadai malahan efek berbahaya dan rendahnya bukti klinis bahwa pengobatan tersebut efektif untuk anak-anak,” ujarnya, seperti dikutip Sciencedaily.
Masih lalainya para orang tua tentang dosis obat batuk dan flu tersebut terlihat dari tren meningkatnya jumlah anak-anak overdosis obat batuk dan flu berupa sirup di ruang gawat darurat rumah sakit. “Kami menemukan banyak kasus bahkan orang tua langsung memberikan obat ke mulut anak langsung dari botol,” kata Dr Richard Dart, Direktur Pusat Obat dan Keracunan Rocky Montain, Denver, seperti tertera dalam msnbc, 18 Desember lalu. Bart menyebutkan komplikasi karena bahaya penggunaan dosis obat batuk dan flu anak yang tidak tepat itu sudah diketahui publik, tetapi orang tetap saja tidak waspada. Kondisi ini telah membuat Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat pada Oktober lalu mendesak perusahaan obat batuk dan flu anak untuk pencantuman larangan obat tersebut untuk anak di bawah 4 tahun. Bahkan, mereka tengah mempertimbangkan larangan penggunaannya untuk anak di bawah 12 tahun.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat pun tegas-tegas menyatakan bahwa batuk ataupun radang tenggorokan tidak membutuhkan terapi antibiotika. “Yang perlu ialah perbanyak minum, maka batuk pun akan mereda karena lendir menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan,” ucap Wati. Batuk muncul karena peningkatan produksi dahak yang dipicu oleh infeksi virus atau alergi. Spesialis anak yang biasa disapa Wati ini menyebutkan, batuk akibat infeksi virus flu bisa berlangsung hingga dua minggu bahkan lebih malah lagi jika anak sensitif atau alergi.
Kebanyakan, Wati menyebutkan, penyebab batuk pada bayi dan anak kecil adalah virus parainfluenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan virus influenza. “Batuk lama pada anak besar bisa karena pertusis, mycoplasma pneumoniae, tetapi kebanyakan tetap karena alergi dan infeksi virus sehingga umumnya tidak membutuhkan antibiotik,” paparnya. Ia menambahkan pada anak besar, batuk yang berlangsung lebih dari 4 hingga 8 minggu, memang perlu dipikirkan kemungkinan terjadi hipersensitivitas saluran napas, aspirasi benda asing, tuberkulosis, pertusis, cystic fibrosis, atau sinusitis. “Dalam kondisi ini, baru terapi antibiotik perlu dipertimbangkan.” RITA
Tip Kurangi Produksi Lendir
1. Minum air hangat yang banyak.
2. Bila masih bayi, gunakan bantal yang agak tinggi.
3. Jangan gunakan antibiotik, penekan batuk codein, atau dekstrometorfan (DMP).
4. Batuk yang bukan penyakit, cari penyebabnya.
5. Tidak ada yang namanya obat batuk, kecuali jika batuknya disebabkan oleh asma.

Batuk, Mekanisme Perlindungan Tubuh

Posted by gadhing Property 0 comments
sumber : republika online
Prof dr Hadiarto Mangunnegoro SpP FCCP
Ahli Pulmonologi RS Persahabatan
Apa sesungguhnya batuk itu?
Batuk bisa merupakan suatu penyakit, bisa juga tidak. Batuk dari sananya, dari Penciptanya, bukan untuk penyakit. Itu untuk perlindungan, mekanisme defensif dari seorang manusia. Itu adalah fungsi dasar batuk.
Batuk mana yang merupakan mekanisme pertahanan dan mana yang disebut penyakit?
Biasanya kita lihat dari intensitas dan durasinya. Kalau untuk pertahanan, biasanya sebentar. Batuk itu ‘kan untuk mengeluarkan dengan cepat suatu benda yang ada dalam saluran napas. Batuk kecepatannya bisa puluhan kilometer per jam. Kalau bersin bisa ratusan kilometer per jam. Dengan kecepatan seperti itu, dengan sendirinya mereka bekerja cepat sekali. Kalau melalui sistem dahak, pelan ‘kan, mungkin makan waktu beberapa jam sampai satu hari baru keluar.
Kalau batuk terus-menerus, lama, berjam-jam, berhari-hari, apalagi berbulan-bulan, itu sudah hampir pasti bukan suatu keadaan yang fisiologi. Itu sudah merupakan suatu manifestasi dari suatu penyakit. Artinya batuk ditimbulkan suatu proses yang terus-menerus berjalan. Saya ambil contoh saja proses seperti infeksi pada saluran napas, bronkhitis.
Apa yang menimbulkan batuk?
Batuk ‘kan refleksnya di saluran pernapasan, disebabkan oleh rangsangan yang ada di saluran itu. Bahkan daerah perut pun bisa merangsang batuk. Kemungkinannya adalah kuman atau partikel itu masuk karena tersedot melalui hidung atau mulut, masuk ke dalam saluran pernapasan.
Tapi mungkin juga karena sebab internal. Artinya dalam tubuh sendiri misalnya terdapat sinusitis. Nah biasanya ada lendir. Lendir itu akan turun. Kemudian dia biasanya akan tertelan melalui kerongkongan, atau dia bisa ke saluran napas, terutama waktu tidur, dan ini menyebabkan batuk. Di samping itu karena lendirnya ada kumannya, menyebabkan infeksi saluran napas.
Penyebab lain yang di luar masalah paru; lambung juga dapat menyebabkan batuk. Dan barangkali baru belakangan ini mulai agak banyak dibahas, yaitu yang kita sebut sebagai reflax. Reflax artinya pencernaan itu ‘kan mestinya terus sampai ke usus, tapi dia balik lagi akhirnya sampai kerongkongan. Dari lambung itu cairannya umumnya berisikan asam, asam ini yang kemudian bisa mengiritasi saluran napas dan itu bisa menyebabkan batuk.
Yang penting adalah membedakan batuk akut atau kronik. Biasanya batasannya macam-macam, tapi umumnya minggu. Jadi kalau batuk lebih dari seminggu itu subakut. Tapi kalau kronik, yang dihubungkan dengan TBC, itu kira-kira tiga minggu ke atas.
Nah ini penting karena yang paling banyak menyebabkan batuk yang di bawah tiga minggu biasanya flu dan alergi. Kalau flu, nanti bisa dibedakan lagi, apakah ini flu saja atau ada komplikasi yang lain. Kita sebagai dokter harus menentukan, dia harus dikasih antibiotik atau tidak. Dia harus di-follow-up atau tidak. Dia harus diperiksa nggak dahaknya, harus di-rontgen atau tidak.
Apa yang perlu diperhatikan dalam menggunakan obat batuk?
Orang mengira obat batuk adalah obat yang bisa menghilangkan batuk, karena itu mereka selalu mencoba minum obat-obat batuk yang dijual. Tapi ‘kan kebanyakan kemudian tidak hilang, kalau itu batuknya karena penyakit. Kalau dia flu, makan obat atau tidak, satu minggu akan baik. Jadi obat batuk dalam hal ini nggak terlalu penting. Dia hanya untuk simtomatik. Virus flu itu self limiting, hidupnya terbatas, paling lama dua minggu. [arp]
© 2002 Hak Cipta oleh Republika Online
Jangan Pernah Sepelekan Batuk
Batuk, bagi kebanyakan orang, adalah hal biasa dan sama dalam setiap kemunculannya. Padahal ada beberapa jenis batuk, sehingga penting bagi seseorang untuk mengenali batuk yang dideritanya. Jenis batuk yang berbeda membutuhkan pengobatan yang berbeda pula.
Pada dasarnya, batuk diciptakan Tuhan sebagai mekanisme pertahanan tubuh. “Itu mekanisme defensif dari seorang manusia. Inilah fungsi dasar batuk,” ungkap ahli pulmonologi dari RS Persahabatan, Prof dr Hadiarto Mangunnegoro SpP FCCP.
Dengan batuk, berati kita mengeluarkan dengan cepat sesuatu benda yang berada dalam saluran napas. Kecepatan batuk bisa mencapai puluhan kilometer per jam. Dengan kecepatan seperti itu, batuk merupakan mekanisme pertahanan yang bekerja dengan cepat sekali.
Namun demikian, ungkap Hadiarto, batuk juga bisa merupakan suatu penyakit, atau lebih tepatnya manifestasi dari suatu penyakit. Persoalannya, mana yang merupakan penyakit dan mana yang tidak. Untuk membedakannya, ujar mantan ketua Asosiasi Ahli Pulmonologi Indonesia ini, biasanya dilihat dari intensitas dan durasi batuk.
Batuk yang berfungsi sebagai pertahanan hanya berlangsung sesaat. “Jadi kalau sudah keluar barangnya, ya sudah,” ujarnya. Sementara batuk yang merupakan penyakit, mempunyai durasi yang panjang. “Kalau batuknya terus-menerus, lama, berjam-jam, berhari-hari, apalagi berbulan-bulan, itu sudah hampir pasti bukan suatu keadaan yang fisiologi. Jadi kalau dia ternyata setelah dua minggu batuknya terus, dan malahan tambah parah, itu sudah pasti penyakit. Dia harus mencari pengobatan,” ujarnya.
Batuk seperti ini, sambungnya, sudah merupakan manifestasi dari suatu penyakit. Artinya, batuk tersebut ditimbulkan karena adanya suatu proses yang berjalan terus-menerus. Misalnya karena infeksi pada saluran napas atau bronkhitis.
Ia mengungkapkan, batuk yang merupakan manifestasi dari penyakit disebabkan dua hal: infeksi (pada saluran napas) dan noninfeksi. Di Indonesia dan negara-negara berkembang, kasus infeksi pada saluran napas tergolong tinggi. TBC misalnya, merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia. Sementara pneumoni (radang paru) menduduki urutan keempat. “Tapi di negara maju sekalipun, seperti Amerika, pneumoni penyebab keenam kematian,” ungkap Hadiarto.
Batuk noninfeksi paling banyak disebabkan asma, disusul bronkhitis kronik, serta kanker. “Tiga ini yang paling banyak,” ujar Hadiarto.
Jenis-jenis batuk
Menurut Hadiarto, pada intinya batuk terbagi dua; batuk kering dan batuk berlendir. Membedakan keduanya penting mengingat masing-masing memerlukan penanganan yang berbeda pula. Banyak orang mengira batuk lendir dan batuk kering sama saja.
Untuk batuk kering, ujar Hadiarto, obat yang diperlukan adalah yang disebut antitusif. Obat ini berfungsi untuk menekan rangsangan batuk Sementara untuk batuk berlendir, harus diberikan obat yang bisa merangsang pengeluaran lendir (ekspektoran).
“Tapi sering masyarakat menggunakan ini keliru. Batuk berlendir dikasih untuk menekan, misalnya Kodein. Memang batuknya hilang atau jauh berkurang, tapi napas jadi sesak,” papar anggota eksekutif Asia Pacific Society of Respirology ini.
Napas sesak tersebut, katanya, disebabkan lendir yang tidak bisa keluar akibat ditekannya rangsangan batuk. Lendir yang tertahan mengganggu aliran udara pada saluran pernapasan.
Batuk kering biasanya dipicu rangsangan atau iritasi yang diakibatkan debu (kendati batuk berdahak juga bisa karena iritasi, ini terjadi pada penderita alergi). Rangsangan/iritasi debu ini bisa menimbulkan efek batuk yang berlainan pada setiap orang.
Pada orang biasa, ungkap Hadiarto, rangsangan tersebut hanya menimbulkan batuk satu-dua kali. Tapi pada penderita alergi, rangsangan ini bisa menimbulkan refleks batuk yang berkepanjangan.
Pada penderita alergi, jelasnya, rangsangan tersebut menimbulkan reaksi alergik. “Akhirnya menjadi proses yang kemudian ujung-ujungnya adalah saluran pernapasan menjadi lebih basah karena produksi lendirnya lebih banyak. Dan karena produksi lendirnya banyak, refleks batuknya meningkat,” paparnya.
Obat batuk
Masih banyak masyarakat yang salah mengerti mengenai obat batuk. Obat batuk, ujar Hadiarto, hanya bisa menghilangkan batuk yang diakibatkan oleh iritasi (debu). Bahkan tanpa obat sekalipun batuk tersebut akan hilang dengan sendirinya. Sementara batuk yang diakibatkan penyakit, tidak bisa hilang oleh obat batuk.
“Jadi kalau orang bilang obat batuk, terus terang saya nggak ngerti apa yang dimaksud dengan obat batuk. Orang mengira obat batuk itu adalah obat yang bisa menghilangkan batuk, karena itu mereka selalu mencoba minum obat-obat batuk yang dijual, dengan harapan batuknya hilang. Tapi ‘kan kebanyakan tidak hilang, kalau itu batuknya karena penyakit,” paparnya.
Menurut Hadiarto, yang penting diperhatikan sebelum mengonsumsi obat batuk adalah mengenali apakah batuk yang diderita diakibatkan flu atau hal lain. “Sebenarnya orang kalau tadinya sehat, lalu kena batuk, itu hampir dipastikan dia flu. Jadi dia nggak usah terlalu khawatir karena saluran napasnya itu steril,” ujarnya.
Pada orang biasa, penyakit flu akan hilang dalam waktu sekitar seminggu. “Dia makan obat batuk atau tidak, kira-kira satu mingguan dia akan baik. Jadi obat batuk dalam hal ini nggak terlalu penting. Dia hanya untuk simtomatik (mengurangi gejala-gejala),” ujarnya.
Namun demikian jika batuk terus berlangsung kendati sudah menghabiskan satu botol obat batuk, maka ada sesuatu yang tidak benar. Karenanya, ujar Hadirto, orang tersebut harus memeriksakan diri ke dokter. “Saya tak jarang mendapat pasien, dia bilang ‘sudah habis enam botol macam-macam merek, sama saja batuk terus.’ Itu sudah nggak bener,” paparnya.
Bagi penderita batuk yang diakibatkan alergi, kata Hadiarto, pemberian obat-obatan ada gunanya. Ini mengingat obat batuk mengandung antihistamin yang menekan reaksi alergi. Namun demikian, lanjutnya, antihistamin mempunyai efek samping membuat kantuk.
Hal lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah asma. Penyakit ini salah satu gejala utamanya adalah batuk. “Orang mengira asma itu hanya kalau napasnya bunyi. Padahal gejala yang pertama adalah batuk,” ujar Hadiarto. Yang paling penting, sambungnya, pasien harus bertanya kepada dokter apakah dia menderita asma atau tidak, karena pengobatannya berbeda.
Ketua Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW — Lembaga Pemerhati Masalah Kefarmasian Indonesia) Drs Amir Hamzah Pane Apt MM meminta masyarakat berhati-hati dalam melihat promosi obat batuk, terutama tujuan spesifik obat yang ditawarkan. “Jangan menggeneralisasi obat batuk,” tegasnya.

Mencegah dan Mengatasi Pilek secara Alami

Posted by gadhing Property 0 comments
Oleh : Prof. Hembing Wijayakusuma
 Pilek atau selesma merupakan penyakit yang paling umum dan sering ditemui, dapat menyerang anak-anak maupun lanjut usia. Sebagian orang awam sering menyamakan penyakit ini dengan influenza, padahal sebenarnya pilek dan influenza adalah dua penyakit yang berbeda, hanya gejalanya ada kemiripan, biasanya influenza lebih hebat penderitaannya dibandingkan pilek. Pilek tidak disertai dengan demam tinggi atau menggigil seperti pada influenza.
Gejala pilek atau selesma ditandai dengan tersumbatnya saluran pernapasan, tidak enak badan, kepala terasa pening dan berdenyut-denyut, bersin-bersin, ingus yang cair meleleh keluar dari hidung, temperatur tubuh naik atau demam ringan , mata merah dan terasa sakit, sakit tenggorokan sehingga sulit menelan, suara serak dan batuk-batuk. Penyakit ini sering diikuti dengan peradangan tonsil/amandel dan radang tenggorokan. Pilek sebenarnya bukan termasuk penyakit berat namun sangat menganggu penderitanya.
Pilek atau selesma terutama disebabkan oleh infeksi virus, ada lebih dari 200 virus yang telah diketahui menimbulkan selesma. Juga dapat disebabkan karena daya tahan tubuh yang menurun, atau adanya alergi di hidung dan kerongkongan. Pilek sangat mudah menular, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah mudah tertular penyakit ini. Penularan penyakit ini bisa terjadi melalui percikan bersin atau ludah penderita yang mengandung virus dan masuk melalui saluran pernafasan. Pilek biasanya berlangsung selama 1-2 minggu. Gejalanya akan berangsur-angsur berkurang setelah 3-5 hari dilakukan perawatan sendiri. Namun jika gangguan tetap tidak berkurang setelah 3-5 hari melakukan perawatan sendiri, menandakan adanya tambahan infeksi bakteri.
Walaupun selesma/pilek bukan termasuk penyakit yang berat, namun penyakit ini susah diatasi sehingga sering kambuh. Pengobatan yang bisa dilakukan hanya untuk meredakan gejala atau simtomnya. Hal ini karena virus yang menyebabkan selesma sangat banyak jumlahnya dan dapat mengalami perubahan atau memiliki kesanggupan untuk mengalami mutasi genetik sehingga dapat timbul virus-virus baru. Hal tersebut menyebabkan virus selesma kebal terhadap vaksin tertentu atau antibodi tertentu dalam beberapa waktu sehingga sangat sulit untuk membuat vaksin selesma.
Penyakit selesma merupakan penyakit yang sering menyerang dan berulang-ulang. Karena ada lebih dari 200 virus yang dapat menyebabkan penyakit ini, maka dalam setahun bisa terserang pilek berkali-kali, amatlah mungkin terserang selesma lagi sebelum selesma yang pertama selesai. Oleh karena itu, untuk mencegah selesma yang paling utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yaitu melalui pola hidup sehat, seperti olahraga yang teratur dan terukur serta tidak berlebihan, menghindari atau mengendalikan stres dengan baik, serta asupan makanan yang bergizi terutama yang mengandung vitamin A can C. Selain itu agar terhindar dari selesma, sering-seringlah mencuci tangan, karena virus selesma dapat bertahan pada meja, pegangan pintu, uang atau apapun selama beberapa jam. Hindari juga lingkungan atau orang yang selesma karena bisa tertular melalui percikan bersin penderita.
Untuk perawatan selesma tanpa disertai komplikasi adalah banyak istirahat, makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan kondisi tubuh, kompres hangat di dada dan kepala, mandi dengan air hangat, dan minum obat untuk mengatasi gejala selesma yang tidak nyaman.
Herbal atau tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi pilek atau selesma mempunyai efek sebagai penurun panas (antipiretik), anti-infeksi, antitussif (meredakan batuk), dan membantu meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Berikut beberapa resep tumbuhan obat untuk mengatasi pilek :
Resep 1.
10 lembar daun sirih + 25 gram empu kunyit (dipotong-potong), setelah dicuci bersih direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, tambahkan madu atau gula batu, airnya diminum 2-3 kali, setiap kali minum 100-150 cc.
Resep 2.
Daun sambiloto kering dijadikan bubuk, ambil 1-2 gram bubuk tersebut lalu seduh dengan air panas, tambahkan madu, diaduk, lalu diminum setelah hangat. Lakukan 3 kali sehari.
Resep 3.
Sambung nyawa segar + 15 gram pegagan segar, dicuci bersih lalu diblender + 150 cc air matang, diblender, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Resep 4.
10 gram jahe segar + 1 siung bawang putih, dicuci bersih dan dihaluskan,lalu diseduh dengan 200 cc air panas, tambahkan air perasan dari ½ buah jeruk lemon dan madu, kemudian diminum selagi hangat. Lakukan 3 kali sehari.
Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci kaca/pyrex atau panci enamel.
Sumber: hembing

Sasty

 

gadhing property Template by Ayah Bojonegoro | 2012